PP Kelas 7: Menghargai Makanan Tradisional

Assalamu'alaikum....

Temen-temen pastinya suka jajan ya....

Atau mungkin hobby kulineran....

Di sekitar kita, pasti banyak varian makanan dan minuman kekinian, entah sekedar viral, ngetren atau memang citarasanya pas di lidah....

Tapi seringkali, makanan dan minuman yang kita konsumsi bukan khas Indonesia, tapi justru berasal dari budaya luar.

Temen-temen mungkin malah lebih akrab sama hotdog, burger, kebab, tokoyaki, tteokbokki, steak, dll 😁

 


Nah, Pak Danni mau ngobrol tentang makanan tradisional. Eh, apa sih makanan tradisional? 

Makanan tradisional itu adalah makanan dan minuman, termasuk jajanan, yang diolah dari resep bahan lokal, dan punya citarasa khas sesuai selera warga daerah. 

Makanan tradisional bentuknya bisa minuman, makanan, jajanan, dan ataupun olahan.

Makanan tradisional umumnya berbahan dasar beras, jagung, ketela, ubi, sagu, dan ketan. Contohnya serabi, kue putu, kue lapis, talam, klepon, onde-onde, wajig, dodol, cilor, cireng dan sebagainya.


Contoh makanan tradisional olahan daging juga tidak kalah beragam, misalnya saja rendang, sate, soto, empal gentong, dll.

Sedangkan contoh makanan tradisional olahan sayur contohnya pecel, gado-gado, karedok, dan masih banyak lagi.

Masyarakat Indonesia juga memiliki minuman tradisional. Minuman tradisional banyak yang berfungsi sebagai penghangat badan ataupun kebugaran seperti bandrek, jahe, dan sekoteng sampai bir pletok.

wah banyak yaa....

Kekhasan makanan dan minuman tersebut merupakan kekayaan budaya daerah di Indonesia.

Oleh karena itu, kita harus menjaga dan melestarikan makanan tradisional khas Indonesia.

 
(roti unyil)


Gimana ya caranya...?

Nah ini sejumlah cara yang bisa dilakukan temen2...

1. Belajar memasak makanan tradisional

2. Membawa makanan tradisional untuk bekal

3. Mengadakan lomba memasak makanan tradisional

4. Memperkenalkan makanan tradisional kepada masyarakat.

5. Membuat makanan tradisional menjadi oleh-oleh.

6. Mengkonsumsi makanan tradisional dari berbagai daerah.

7. Mengurangi mengonsumsi makanan fast food dan instan.


REVIEW

1. Jelaskan apa yg dimaksud makanan tradisional!

2. Sebutkan masing-masing 3 contoh makanan dan minuman dari berbagai daerah di Indonesia! (tulis asal daerahnya)

3. Sebutkan 3 cara melestarikan makanan dan minuman tradisional!

4. Buat tulisan deskripsi tentang 1 makanan atau minuman dari Depok dengan memuat ADIKSIMBA! (Apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana)


Referensi:

Buku Pendidikan Pancasila Kelas VII

https://kids.grid.id/read/473495972/10-cara-menghargai-makanan-tradisional-materi-ppkn-kelas-7-smp?page=all

https://bobo.grid.id/read/083718063/contoh-contoh-makanan-tradisional-dan-cara-menghargainya?page=all


 


 

 

IPS Kelas 7: Pengelolaan Keuangan (2)

 

Assalamu'alaikum, temen-temen kelas 7 SMPIRA, Pa Danni minta temen-temen baca dulu....Dan catat yang ditulis MERAH.

Setiap orang pasti bercita-cita untuk hidup sejahtera, terpenuhi seluruh kebutuhan ( needs) dan keinginannya (wants). Dalam kehidupan nyata, tidak setiap kebutuhan dan keinginan itu dapat terwujud. Sumber daya yang dimiliki setiap orang (sumber daya manusia, alam, modal sampai keahlian/skill) terbatas. Tidak sedikit orang yang berpenghasilan tinggi merasa serba kekurangan. Disisi lain, orang yang berpenghasilan pas-pasan dapat mencukupi kebutuhannya. Faktor yang membedakan adalah cara pengelolaan keuangan.

 


Perencanaan dan Penganggaran Keuangan Daerah

Pengelolaan keuangan adalah tindakan untuk mencapai tujuan keuangan di masa yang akan datang, yang meliputi pengelolaan keuangan pribadi, keluarga, dan perusahaan.

Pengelolaan keuangan merupakan bagian penting dalam mengatasi masalah ekonomi, baik masalah ekonomi individu, keluarga maupun perusahaan. Pengelolaan keuangan meliputi:

Median Salary Differs From Average Salary in an Important Way
1. Mendapatkan Uang
Untuk mendapatkan uang, kalian dapat melakukan beberapa kegiatan, antara lain:
a. Menyisihkan uang saku yang diperoleh secara harian atau bulanan;
b. Menyisihkan hadiah dari ulang tahun, lebaran, atau hasil prestasi sekolah; atau
c. Bekerja membantu orang tua atau usaha berdagang sendiri ( jual beli pulsa, jual beli buku, jual beli makanan/minuman, atau bisnis online)

.

The Right Way To Save Money - Gichuki Kahome
2. Menyimpan Uang
Masing-masing kalian tentu mempunyai kebutuhan. Kebutuhan sebagai pelajar antara lain buku, tas sekolah, atau sepatu. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tanpa harus membebani orang tua, kalian dapat menyisihkan sisa uang saku atau hadiah lebaran. Uang yang disisihkan itu dikumpulkan dan disimpan, antara lain dengan cara:
a. Menitipkan uang kepada orang tua/sekolah;
b. Menyimpan uang di rumah; atau
c. Menabung di bank.

 



3. Mengembangkan Uang
Menyimpan uang dengan cara menitipkan kepada orang tua atau di rumah mempunyai beberapa kekurangan, seperti keamanan dan tidak mendapatkan hasil. Agar mendapatkan hasil yang lebih, ada beberapa cara, antara lain:
a. Menyimpan uang di bank karena akan mendapatkan bunga/bagi hasil; atau
b. Sebagai modal untuk pengembangan usaha

 

 Bukan Lagi Zamannya Nonton Film Pakai Antri! Ini Dia Tips Praktis Nonton di  Bioskop | Bisnis Agen Pulsa PPOB dan Pembayaran terpercaya #1 di Indonesia

4. Menggunakan Uang
Selain mengembangkan uang dengan cara menyimpannya di bank atau menjadikannya sebagai modal usaha, sikap dalam penggunaan uang itu sendiri sangat penting. Penggunaan uang secara bijaksana merupakan sifat pribadi yang harus ditanamkan atau diajarkan sejak dini.
Beberapa sikap yang harus ditumbuhkembangkan sejak dini dalam penggunaan uang, antara lain:
a. Menggunakan uang berdasarkan kebutuhan bukan keinginan;
b. Bersifat hemat, tidak boros, dan konsumtif; atau
c. Tidak pamer dan bersifat hedonis.



Pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan dikenal dengan istilah literasi keuangan. Penting gak sih dalam kehidupan sehari-hari?

Contoh literasi keuangan yang paling mudah ditemukan misalnya ketika seseorang mampu membedakan mana kebutuhan dan keinginan dalam mengelola uang. Memang ada bedanya? Keduanya jelas berbeda. Kebutuhan merupakan berbagai hal yang harus diprioritaskan dan tidak dapat ditunda. Sementara keinginan datang dari hasrat dan nafsu konsumtif kita semata. 

Meski terlihat sepele, jika memahami konsep dasar contoh literasi keuangan tersebut, kamu dapat mengubah cara pandang dalam mengelola keuangan. Singkatnya, begitulah literasi keuangan bekerja.

Nah, supaya jelas, mari kita lihat satu contoh literasi keuangan yang paling sederhana. Mari kita asumsikan bahwa Azzam menghasilkan Rp 1.000.000,00 saat lebaran, sedangkan Dono Rp.1.500.000,00

Berikut rincian pengeluaran Azzam;

Pembelian Headset: RP 50.000,00

Jajan di Mall: Rp 75.000,00

Pembelian buku cerita: Rp 50.000,00

Uang pegangan: Rp.100.000,00

Menabung di celengan: Rp 100.000,00

Infak: Rp 25.000,00

Logam Mulia Emas 0,5 Gram: Rp 600.000,00

Total: Rp 1.000.000,00

 

Berikut rincian pengeluaran Dono;

Pembelian top up: Rp 300.000,00

Nonton bioskop dan jajan di mall: RP 250.000,00

Pembelian speaker gaming: Rp 300.000,00

Pembelian baju bola: Rp 125.000,00

Pembelian sepatu futsal: Rp 275.000,00

Uang Pegangan: Rp 200.000,00

Menabung di celengan: Rp 50.000,00

 Total: Rp 1.500.000,00

 

 

Teman-teman, setelah membaca dan mencatat hal yang penting, Pa Danni memberi tugas di bawah ini....Tugas dikumpulkan pekan depan ya!  

 

TUGAS!

1.Bagaimana pendapatmu tentang ilustrasi di atas! Siapakah yang lebih paham mengelola uang lebaran? Jelaskan!

2. Buatlah rancangan pengelolaan Uang THR mu!