LKPD: KEGIATAN EKONOMI (KELAS VII)

 BACA DULU YUK…

Senin pagi, Zaenab menemani ibunya belanja di warung sayur Mang Dul, Di keranjang belanja sudah ada seikat bayam, wortel, sebungkus tahu, dan beberapa tomat merah yang masih segar.

“Mang Dul, tomat ini dari mana?” tanya Zaenab sambil menimbang-nimbang satu tomat di tangannya.

Mang Dul tertawa. “Wah, perjalanannya lebih panjang daripada perjalananmu ke sekolah, Nak. Sebelum sampai di sini, tomat itu sudah berpindah melewati banyak tangan.”

Zaenab semakin penasaran.

***

Puluhan kilometer dari warung Mang Dul. Di Desa Suka Makmur, hiduplah seorang petani bernama Pak Rahmat. Setiap pagi, Pak Rahmat pergi ke sawah dan kebunnya untuk menanam sayuran seperti sawi, kangkung, wortel, tomat dan bayam. Pak Rahmat memulainya dengan membeli bibit, mengolah tanah, menanam, memberi pupuk, dan menyiram tanamannya setiap hari. Setelah kurang lebih 30–60 hari, sayuran pun siap dipanen.

Setelah panen, Pak Rahmat tidak langsung menjual sayurnya ke pasar. Ia biasanya menjual hasil panennya kepada Pak Ahong, seorang tengkulak sayur. Pak Ahong datang dengan mobil pick up-nya ke kebun Pak Rahmat. Ia membeli sayur dalam jumlah besar dengan harga yang telah disepakati. Pak Ahong kemudian membawa sayur-sayuran itu ke kota untuk dijual lagi. Keuntungan Pak Ahong berasal dari selisih harga beli dari petani dan harga jual ke pasar.

Sesampainya di kota, Pak Ahong membawa sayur-sayuran ke Pasar Induk. Di sana, sayur ditimbang, disortir, dan ditata rapi. Pembeli di pasar induk bukanlah pembeli biasa, melainkan pedagang besar, pedagang warung, dan pedagang keliling yang ingin membeli sayur dalam jumlah banyak.

Di pasar induk inilah terjadi tawar-menawar antara Pak Ahong dan para pembeli. Salah satu pembeli itu adalah Mang Dul.

Mang Dul membeli sayur dari Pak Ahong di pasar induk. Ia membawa sayur itu ke warungnya yang berada di pinggir jalan perumahan.

Tidak jauh dari warung Mang Dul, ada Pak Karyo, seorang penjual sayur keliling. Setiap pagi ia juga membeli sayur dari pasar induk, lalu berkeliling kampung dengan gerobaknya sambil berteriak, "Yuuur... sayuuur...!"

Warga perumahan senang membeli dari Pak Karyo karena praktis, tidak perlu pergi ke pasar.

Diantara pembeli itu adalah  Bu Atun yang membeli sayuran dari Pak Karyo. Sesampainya di rumah, ia mencuci, memotong, dan memasaknya menjadi sayur untuk keluarganya, termasuk untuk bekal makan siang Zaenab di sekolah.











LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Laporan Observasi Harga Sayuran dan Sembako

IPS Kelas 7 |  Materi: Kegiatan Ekonomi

Nama Kelompok

 

Anggota kelompok

 

Kelas

 

Hari tanggal observasi

 

Nama warung / pemilik

 

Alamat / lokasi

 

Petunjuk dan Tata Tertib

1.   Sopan & Santun: Salam dan minta izin kepada pemilik warung sebelum observasi.

2.   Catat & Amati: Isilah Tabel Observasi Harga dengan teliti.

3. Praktik Belanja: Belanjakan uang (min. Rp10.000) untuk kebutuhan sayur/sembako, lalu catat rincian transaksinya.

4.   Wawancara & Diskusi: Tanyakan pertanyaan wawancara dan diskusikan analisis bersama .

 A. Tabel Observasi Harga                                                                       

No

Nama Sayuran

Satuan (ikat/kg/biji)

Harga (Rp)

Keterangan

(Kualitas: Bagus/Cukup)

1

Bayam/Kangkung/ Sayur Hijau

 

 

 

2

Cabai

 

 

 

3

Bawang merah

 

 

 

4

Bawang putih

 

 

 

5

Tomat

 

 

 

6

…………………………………….

 

 

 

7

……………………………………

 

 

 

8

…………………………………….

 

 

 

9

…………………………………….

 

 

 

10

…………………………………….

 

 

 

 

B. Wawancara dengan Penjual

Ajukan pertanyaan berikut dengan sopan, lalu catat jawabannya.

Pertanyaan

Jawaban penjual

1. Dari manakah Bapak/Ibu mendapatkan pasokan barang dagangan ini?

 

2. Barang apa yang paling cepat laku? Barang apa yang paling sering habis?

 

3. Apakah harga barang sering berubah? Apa penyebabnya?

 

4. Apa kesulitan yang dihadapi dalam berjualan?

 

 

 

ANALISIS & DISKUSI KELOMPOK           

Pertanyaan

Jawaban penjual

1. Siapakah yang bertindak sebagai Produsen barang yang dijual di warung tersebut?

 

2. Apa peran Pemilik Warung dalam kegiatan ekonomi tersebut? (Produksi / Distribusi / Konsumsi)

 

3. Siapakah yang bertindak sebagai Konsumen?
Jawab:

 

4, Tuliskan alur barang dari penghasil sampai ke kamu. Siapa yang berperan sebagai produsen, distributor (penyalur), dan konsumen?

 

 

 

 

 

 

Kesimpulan kelompok tentang kegiatan ekonomi yang kami amati di warung:

(hal yang kalian pelajari dari berbelanja dan kesulitan yang dihadapi)

 

 

 

  

 

Laporan Individu.                                                         

NAMA:                                                                                          KELAS:

No

Nama Barang

Jumlah

Harga Satuan (Rp)

Jumlah Harga (Rp)

1

 

 

 

 

2

 

 

 

 

3

 

 

 

 

4

 

 

 

 

5

 

 

 

 

Total belanja

Rp

Uang yang dibayarkan

Rp

Uang kembalian

Rp

 

CATATAN:

 

 



KEGIATAN EKONOMI; KEGIATAN PRODUKSI



Temen-teman kelas 7, pernah nggak sih kalian berfikir, kenapa setiap hari kita selalu butuh makan, minum, pakaian, kuota internet, sampai sepatu keren? 

Nah, itu semua karena manusia punya kebutuhan yang hampir nggak ada habisnya, tapi alat pemenuh kebutuhanya terbatas. Makanya, kita melakukan kegiatan ekonomi setiap hari. 

Kegiatan ekonomi sendiri yaitu kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Kegiatan ekonomi ini dibagi menjadi 3, yakni Produksi, Distribusi, dan Konsumsi. Kali ini kita bahas yang pertama dulu, ya: Produksi!


Produksi itu bukan cuma soal pabrik dan mesin besar, lho! Contoh simpelnya:

Ketika ibu kamu masak nasi, goreng telur, itu udah termasuk produksi! Karena ada perubahan dari bahan mentah jadi makanan siap santap. 

Produksi = kegiatan menambah manfaat atau menciptakan barang baru untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Dari mulai penambangan minyak yang diolah jadi pertalite, menjahit bahan kain menjadi bayu, membuat konten video di media sosial, sampai buat nasi goreng...

Semua itu produksi! Intinya, ada usaha buat menambah nilai guna suatu barang.


JENIS PRODUKSI

Produksi dibagi menjadi dua:

1. Produksi Barang

Kegiatan mengubah bentuk atau sifat benda. Contoh: membuat roti, mebel, pakaian.

Produksi barang dibagi lagi jadi:

  • Barang modal: dipakai buat produksi lagi (contoh: mesin)
  • Barang konsumsi: langsung dipakai (contoh: roti)

2. Produksi Jasa

Menambah nilai kegunaan. Contoh: jasa salon, guru, dokter, pariwisata.

Misalnya Pa'Danni mengajar kalian, ini termasuk dalam produksi jasa ya...




TUJUAN PRODUKSI

Tujuan utamanya: memenuhi kebutuhan manusia biar makmur.

Makmur itu kondisi ketika semua kebutuhan tercukupi.

Tapi buat produsen, tujuan lainnya adalah cari untung sebanyak-banyaknya. 💰


FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI

Buat produksi, nggak cukup cuma bahan baku. Ada 4 faktor penting:

1. Faktor Alam

Semua yang berasal dari alam: sayur, buah, gas alam, batu bara, hutan.

2. Faktor Tenaga Kerja

Orang yang kerja untuk menjalankan produksi. Contoh: staf gudang, operator mesin.

3. Faktor Modal

Selain uang, modal juga bisa dalam bentuk mesin, gedung, peralatan, dan benda penunjang lainnya.

4. Faktor Keahlian

Ini yang bikin semuanya jalan lancar. Tanpa keahlian, faktor lain nggak maksimal. Contoh: manajer, desainer, teknisi ahli.

So, produksi itu bukan cuma punya pabrik atau perusahaan besar. Kita juga bisa produksi sesuatu, bahkan dari hal kecil di rumah. Yang penting, ada usaha buat menambah manfaat dan memenuhi kebutuhan. 

Ok, Pa Danni minta kerjakan reviewnya. Soalnya tidak usah ditulis ya....

REVIEW

1. Jelaskan apa yang dimaksud kegiatan produksi!

2. Sebutkan contoh  produksi barang dan  produksi jasa!

3. Sebutkan 4 faktor produksi dan masing-masing contohnya!

4. Sebutkan contoh 2 aktivitas di rumahmu yang termasuk kegiatan produksi!