Pemerintah Orde Baru mengeluarkan beberapa kebijakan politik. Berikut ini penjelasannya:
1. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI adalah peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan
keamanan sebagai kekuatan sosial politik.
ABRI juga mewakili wakil di MPR yang dikenal sebagai Fraksi ABRI
sehingga kedudukannya sangat dominan. Peran ganda yang dilakukan ABRI ini
dijadikan alat Orde Baru untuk mendukung pemerintahan Presiden Soeharto.
2. Pelaksanaan Pemilu 1971
Di masa orde baru, pemilu sudah diatur lewat SI MPR 1967 yang menetapkan
pemilu dilaksanakan 1971.
Pada masa ini, diketahui para pejabat pemerintah hanya berpihak pada
salah satu partai politik, yakni golkar. Golkar menjadi pemenang pemilu di
tahun 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1997.
3. Penataran P4
Pada masa orde baru, diketahui semua organisasi tidak boleh menggunakan
ideologi selain Pancasila.
Dengan begitu, tujuan nasional dan cita-cita bangsa sesuai dengan
Pembukaan UUD 1945 bisa segera tercapai. Penataran Pedoman Penghayatan dan
Pengalaman Pancasila (P4) ini menjadi pelajaran di sekolah. P4 juga diterapkan
kepada para pegawai negeri sipil.
4. Penyederhanaan Partai Politik
Pada masa pemerintahan orde baru, partai politik disederhanakan menjadi
dua partai dan satu golongan karya.
Pertama, ada Partai Persatuan Pembangunan (PBB). Meliputi gabungan
Nahdlatul Ulama, Perti, PSII, dan Parmusi.
Kedua, Partai Demokrasi Indonesia, yakni gabungan dari PNI, Partai
Katolik, Partai Murba, IPKI, dan Parkindo.
Politik Luar Negeri Orde Baru
Politik Bebas Aktif: Indonesia kembali menjalankan politik bebas aktif yang bebas menentukan jalan dan kebijakannya sendiri tanpa terikat pada blok atau kekuatan politik negara tertentu.
Kembali ke PBB: Indonesia resmi kembali menjadi anggota PBB pada 28 September 1966 sebagai upaya untuk memperbaiki citra dan hubungan internasional.
Memperbaiki Hubungan: Pemerintah Orde Baru memulihkan hubungan diplomatik dengan negara-negara yang sempat tegang, seperti Malaysia dan Singapura, serta mulai menjalin hubungan baik dengan negara-negara Eropa Timur, Uni Soviet, dan RRC.
Pembentukan ASEAN: Indonesia berperan aktif dalam pembentukan ASEAN pada 8 Agustus 1967 bersama dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk memperkuat kerja sama regional dan persahabatan.
Kerja Sama Internasional: Indonesia memperkuat kerja sama dengan berbagai negara untuk mendapatkan modal dan bantuan demi pemulihan ekonomi. Selain itu, Indonesia juga berperan dalam KTT Nonblok dan OKI.
Sumber:
- Jelaskan apa yang dimaksud dwifungsi ABRI!
- Sebutkan kebijakan politik dalam negeri orde baru!
- Apa yang dimaksud politik luar negeri bebas aktif?
- Kerjasama organisasi internasional apa yang diikuti Indonesia pada masa orde baru?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar